Senin, 02 Agustus 2010

siapakah alay sebenarnya?

4l4y(dibaca alay).Yup, dengan membubuhi angka 4 pada tulisan bisa digunakan sebagai pengganti huruf 'A' pada alfabet. Ada juga angka 1 yang menggantikan huruf 'i', angka 9 yang menggantikan huruf 'G' atau simbol2 lain yang mirip dengan huruf2 alfabet yang kita semua pelajari waktu pelajaran membaca di TK. Mungkin ini berguna untuk menuliskan istilah, rumus, sandi ataupun untuk sejuta alasan lain. Tapi yang jelas bukan karena alasan teknis yang dipakai beberapa orang pada jaman sekarang ini melainkan alasan 'gaya'. Namun beberapa orang yang mulai bosan dan gerah (padahal dulu juga pake cara tulisan yang sama tapi sekarang udah tobat) mulai merasa terganggu atau bahkan sangat sangat terganggu (atau cuma terganggu yang sedikit dilebih lebihkan) dengan tulisan seperti itu dan para pemakainya. Para pemakai tulisan yang kata kaum mereka sendiri GAUL itulah yang kadang disebut alay oleh orang2 normal atau orang2 yang sudah tobat seperti kita anda orang2 yang terganggu pastinya. Hmmmm jadi, orang2 yang terganggu inilah yang memvonis bahwa si gaul dengan tulisan yang lebih aneh dari mantra dan lebih sulit dari rumus fisika ini sebagai alay, namun para alay2 tersebut tentu punya gelar alay tersendiri yang mereka sandangkan untuk orang lain. Karena menurut sejarahnya orang yang terkana penyakit alay tidak akan pernah menyadarinya dan akan menuduh dengan entengnya orang lain yang dia pikir masuk kriteria mangidap penyakit tersebut. Jadi ini membentuk seperti sebuah siklus yang berputar dengan dahsyat (namun cukup hati2 agar tidak disadari keberadaanya) di tengah tengah masyarakat muda Indonesia dan tidak tahu kapan berakhirnya.
Oh iya, sebenernya nama alay sendiri timbul begitu saja ditengah2 masyarakat Indonesia ditengah keganasan pergaulan mereka tanpa ada penciptanya. Alay sendiri kependekan dari anak layangan (katanya),yaitu istilah buat menggambarkan anak berkelakuan kampungan, sedangkan anak kampung yang kampungan itu sendiri hobinya main layangan sampe bau matahari, dekil, item, dan merah rambutnya. ahh bolang banget deh pokonya. Dan sampe sekarang nama itulah yang salah satunya masuk ke dalam istilah di pergaulan anak muda jaman sekarang. Anaka anak alay tersebut dinilai gaul oleh kalangan mereka sendiri, tapi kampungan dimata kalangan lain. Jadi yang dimaksud alay bukalah anak kampung yang kuper dang ngga gaul tapi anak gaul dengan selera yang tidak bisa dibilang selera yang tinggi. Klao ngga percaya coba liat dengan teliti gimana cara mereka mengemas tampilan luar mereka supaya lebih menarik perhatian orang lain. Anak yang kuper tentu cenderung standar dan teeeeeerlalu apa adanya, nggak mentingin mereka harus gaya ini itu karna pada dasarnya mereka nggak tertarik untuk jadi pusat perhatian. Beda sama anak yang bener2 gaul atau yang alay. Mereka berdandan dengan cara mereka sendiri untuk tampil menrik dan hasilnya.... anak yang tidak alay bisa menarik perhatian dengan mulus dan diakhiri dengan senyum karena berdandan pol polan tapi dengan gaya kelas atas yang bisa mereka dapet bukan cuma dengan harga tinggi tapi dengan kejelian mereka memilih dan memadu padankan tampilan mereka. Tapi sebaliknya, anak yang kategori alay juga dapat menarik perhatian pastinya, tapi ngga dengan cara semulus yang lain. Dengan dandan yang juga pol pol an mereka tampil dengan sangat mencolok (bahkan nyolok mata) dengan tampilan yang dipaksain, entah karena mereka ngga ngerti mode dan asal2an atau karena kurang tingginya selera mereka. jadi kadang2 mereka sukses merebut perhatian dengan kata kata "iiihh" atau "apaan sih ni orang" dari orang lain, bukan senyuman. Tapi tetep ada kok yang ngasih mereka senyuman karena balik lagi, semua orang punya selera yang beda2 kan?
Jadi sebenernya kalo menurut gue, ada atau ngga nya alay itu sah sah aja selama kelakuan mereka (yang didasari pada pemikiran dasar mereka yang katanya kampungan) nggak ganggu. But, sayangnya beberapa dari teman2 kita yang merasa mereka bukan dari kalangan alay berlaku diskriminatif terhadap kalangan alay itu sendiri. Gue baru mendapatkan contoh nyatanya yaitu seperti ini :
Pada suatu hari di dunia maya, di suatu situs jejaring sosial (sebut saja Facebook, hahhaa)terdapat status yang berbunyi "wah, sekarang facebook mulai banyak alay alay nya nih, jadi males". Hey, jangan begitu kawan, facebook itu kan untuk umum dan semua orang bisa berpartisipasi jadi jangan menggunakannya seolah2 itu punya lo sendiri atau punya bapaknya bapak lo. Justru kelakuan inilah yang kampungan,memvonis orang alay tanpa menilai diri sendiri dulu. ya kita balik lagi ke tulisan diatas, orang alay ngga akan ngerasa dirinya alay dan akan menuduh orang lain.
Kasus yang kedua masih di dunia dan tempat yang sama sebuah status bilang begini "TaU gg. CiEHh... W tUCh cEbeL .Bgdh aMa 4L4y, y6 tULis4nnYa sOK GAoL,,, keAagh aPaH aJJah yAH... Xixixixixixi... MmWwAAAcCHhh..." dan comment2nya adalah "Ayo dong yang alay komen sini! Pake bahasa alay yah! Gkgkgkgk" dan "4dyuh akyu jadie pucying neh.. b4cy4 tulic4n gitu. hhhahha nyerah bang..." (sorry sebelumnya, ini dicopy dari fb seseorang, sebut saja mawar)
dan dari contoh diatas, sepertinya mereka hanya menilai alay dari segi tulisan padahal sebenernya alay itu sendiri dilihat juga dari kelakuannya. dan kelakuan seperti itulah yang menurunkan harga diri mereka karena dengan kelakuan mereka, mereka seperti menunjukan mereka sama aja sama orang yang mereka cela. Padahal ngga semua orang juga kan menilai bahwa orang yg nulis status ini bukan alay, ya emang tulisan mereka pada dasarnya sama kaya yang kita liat di buku atau tempat lain tapi kelakuan? siapa yang tau.
yah itulah mengapa semua orang punya parameter alay tersendiri untuk menentukan siapa yang pantas bergaul dengan mereka agar dapat menuntun mereka ke jalan yang baik (ciiiee sok bijak). Jadi buat temen2 diluar sana jangan terlalu sibuk menduga2 orang lain mana yang terkena virus alay itu tapi waspadalah anda bisa terkena juga. Oleh karena itu, virus ini dapat dicegah dengan memakai handbody lotion 2x sehari, karamas setiap hari dan minumlah vitamin c setiap hari sehabis makan (loh?)atau cek ke www.alayjugabisakeren.com (fiktif) ahahhahaa. yah begitulah pokonya. Semoga kita terbebas dari virus ini. :D

Tidak ada komentar: